Cargill Tropical Palm dan Save the Children Indonesia memiliki visi bersama untuk meningkatkan kualitas hidup petani kelapa sawit dan komunitas sekitarnya melalui akses yang lebih baik terhadap fasilitas sanitasi dan kebersihan, pendapatan tambahan untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan peluang ekonomi yang lebih baik bagi kaum muda di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Program ini dilaksanakan di 25 desa, 5 Kecamatan di Kabupaten Ketapang melalui intervensi terintegrasi dengan pemuda sebagai agen perubahan di masyarakat melalui program Resilience.
Program Resilience phase-2 ini mulai dilaksanakan sejak September 2025 melalui implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan strategi pemicuan, menjadikan masyarakat sebagai subyek, dan mendorong masyarakat untuk melakukan kajian mandiri terhadap kondisi sanitasi pada komunitas mereka. Tahap selanjutnya adalah memicu mereka untuk berubah pada kondisi sanitasi yang lebih baik. Partisipasi aktif masyarakat dalam merubah perilaku tercermin melalui komitmen untuk (1) Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), (2) Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), (3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, (4) Pengamanan Sampah Rumah tangga, dan (5) Pengamanan Limbah Cair Keluarga merupakan faktor kunci dalam keberhasilan program ini.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah pendekatan dan paradigma baru untuk pengembangan sanitasi di Indonesia yang memprioritaskan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. STBM ditetapkan sebagai kebijakan nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3/2014 tentang STBM untuk mempercepat pencapaian MDGs, yaitu mengurangi hingga setengah penduduk yang tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi.
Memicu masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat, maka membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, mampu dan mau menerapkan prinsip-prinsip STBM di daerah masing-masing. kapasitas bagi masyarakat, komite air, tokoh agama, tokoh masyarakat, anak sekolah dan di luar sekolah pemuda, yang dimobilisasi dalam bentuk Pemicuan melalui pendekatan STBM Plus. Save the Children bersama mitra mengadakan pemicuan di setiap desa dampingan dengan melibatkan seluruh stakeholder tingkat desa maupun kecamatan melalui kader STBM untuk bersama-sama mengkampanyekan hidup bersih dan sehat serta dengan pemicuan STBM Plus desa dampingan juga diharapkan terpicu bebas buang air besar sembarangan.
Di Phase-2 program ini ada lima desa target bebas buang air besar sembarangan (ODF) yaitu Desa Suak Burung, Desa Air Dekaka, Desa Ratu Elok, Desa Silat dan Desa Periangan. Masing-masing desa akan menerima pemicuan STBM Plus yang mana membangun komitmen bersama dalam perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan dalam melakukan perubahan perilaku masyarakat dan membangun akses fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak dan sehat di rumahnya masing-masing sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.
Berdasarkan itu maka membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dalam memonitoring dan serta mendorong semua pemangku kepentingan di desa untuk mempercepat perubahan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga tercapainya deklarasi desa yang bebas buang air besar sembarangan.
- Fasilitasi program STBM Plus secara intensif untuk mendorong akselerasi target bebas buang air besar sembarang di 5 desa dampingan program Resilience Ketapang.
- Memperkuat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta akses fasilitas air bersih dan sanitasi di 5 desa dampingan dan sekolah dampingan program Resilience Ketapang.
- Mendayagunakan dukungan pemangku kepentingan, seperti pemerintahan desa, tokoh Masyarakat, Puskesmas, kader Posyandu, institusi sekolah serta anggota masyarakat dalam upaya mencapai bebas buang air besar sembarangan di 3 desa dampingan CTP Ketapang.
- Memonitoring secara intensif proses-proses dukungan infrastruktur seperti sarana air bersih (sumur bor), pembangunan toilet individu, pembangunan/rehabilitasi toilet disekolah dan perubahan perilaku sebagai hasil pemberdayaan masyarakat di 5 desa dampingan dan sekolah dampingan program Resilience Ketapang.
- Mendorong para pemangku kebijakan dan masyarakat desa untuk deklarasi Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau ODF (Open Defecation Free) di 5 desa dampingan program Resilience Ketapang
Hasil Pekerjaan
Konsultan yang ditunjuk diharapkan melakukan pendampingan masyarakat dalam program WASH di desa meliputi :
Fasilitasi dan pendampingan secara intensif dan regular terkait program WASH seperti pemicuan STBM Plus dan kampanye kesehatan, bersama dengan staff atau kader di 5 desa dan sekolah target.
Laporan monitoring pemicuan STBM Plus secara regular tiap dua minggu kepada Program Manager
Profil & Kualifikasi
Berikut adalah kualifikasi Konsultan yang diharapkan:
Memiliki ketrampilan dalam menerapkan metode STBM (praktek pemicuan), mampu memberikan penguatan kapasitas kepada pelaku terkait termasuk para petugas lapangan (sanitarian, bidan desa, kader, dll)